header-int

PEMBELAJARAN INOVATIF DIMASA PANDEMI PADA MAPEL GAMBAR DI JURUSAN ANIMASI

Rabu, 13 Okt 2021, 19:28:16 WIB - 145 View
Share

Masa Pandemi Covid-19 membuat pola pendidikan berubah. Semula proses belajar mengajar dilakukan dengan tatap muka. Tetapi kini, proses belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan internet, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dari segi manfaat, dilakukannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah menjejakkan proses pendidikan di tanah air ke arah digitalisasi. Namun di sisi lain, hal itu juga menimbulkan hambatan. Apalagi di bidang kejuruan Animasi. Sistim pembelajaran daring lumayan menghambat pembelajaran peserta didik di beberapa mata pelajaran yang berbasis praktik. Dalam hal ini contohnya saja mata pelajaran Gambar yang terdapat di kelas X Animasi.

Selain membutuhkan pembelajaran tatap muka mata pelajaran ini membutuhkan perhatian serta mentoring khusus dari Guru. Pasalnya dalam mata pelajaran ini terdapat teknik-teknik yang harus dipahami serta dapat dipraktikkan oleh peserta didik secara langsung di setiap tugasnya. Mengingat mata pelajaran Gambar merupakan ilmu dasar yang harus dikuasai peserta didik dalam dunia Animasi. Tuntutan dunia industry dan dunia usaha juga menjadi pertimbangan tersendiri dalam mata pelajaran ini. Tidak hanya dengan teknik manual dalam praktiknya mata pelajaran ini juga dituntut bisa mengikuti perkembangan dunia digital yang tidak lain yaitu dengan mengaplikasikan teknik digital dalam pembelajaran. Selain membiasakan peserta didik dalam berkarya seni rupa digital, hahl ini memberikan manfaat berupa bekal untuk peserta didik dalam pembuatan desain property dan kebutuhan desain-desain yang lain di dunia animasi yang menggunakan teknik digital.

Pembelajaran digital dikelas X tidak selalu mulus dalam pelaksanaannya, dikarenakan sarana dan prasarana yang kurang memadai, tidak semua peserta didik memiliki perangkat digital seperti Laptop yang bisa digunakan untuk praktik dalam setiap pembelajaran, ketersediaan Lab komputer yang terkadang bentrok dengan jadwal praktik kelas lain juga menjadi kendala tersendiri. Kondisi seperti ini menghambat terlaksananya pembelajaran Digital dikelas X, ditambah lagi dengan kondisi pandemic yang sudah 2 tahun kita alami yang semakin membuat keterlaksanaan praktik pembelajaran ini terhambat. Selain ketersediaan alat di rumah pembelajaran jarak jauh juga menghambat proses bimbingan kepada siswa secara langsung.

Hal ini menuntut Guru agar tetap inovatif dalam melaksanakan pembelajaran. Bagaimana solusi yang bisa Guru ciptakan agar peserta didik tetap dapat mengerti serta memahami materi yang diberikan. Dengan kondisi demikian Saya sebagai Guru mata pelajaran Gambar menciptakan solusi permasalahan dengan cara memanfaatkan Smartphone peserta didik sebagai sarana pengganti Laptop untuk kegiatan praktik Digital Painting. Dengan memanfaatkan perangkat Smarphone yang dikombinasikan dengan Aplikasi Autodesk Sketchbook diharapkan bisa membantu siswa dalam belajar Digital Painting. Aplikasi yang mudah didapatkan di platform Playstore serta mudah di instal di smartphone menjadi ide kreatif yang saya ciptakan dalam berinovasi dalam pembelajaran.

Langkah pengerjaan yang hampir sama dengan teknik Digital painting yang menggunakan Laptop dalam teknisnya, serta sistem aplikasi yang mengadopsi fungsi dari Buku Gambar (Sketchbook) memudahkan siswa dalam mengerjakan karna fitur-fiturnya mudah dipahami. Kegiatan pembelajaran ini menjadi sarana Guru untuk mengadakan penelitian apakah dengan pemanfaatan Smartphone serta aplikasi ini bisa meningkatkan pemahaman peserta didik.

Dari kegiatan yang sudah dijalankan oleh Guru dan Peserta didik di beberapa pertemuan serta kegiatan praktik diperoleh hasil yang cukup memuaskan. Selain peserta didik bisa melakukan praktik secara menyeluruh tanpa terkendala sarana Digital seperti PC/ Laptop, hal ini juga membawa dampak positif yang lain misalnya motivasi siswa dalam belajar, serta semangat siswa semakin meningkat dalam belajar menggambar dikarenakan mereka bisa melakukannya dimanapun dan kapanpun saat mereka senggang, jadi tidak perlu repot lagi menggunakan laptop karena dengan Smartphone mereka saja sudah bisa melakukan praktik menggambar. NIlai Efisiensi dari pemanfaatan Smartphone ini menjadi nilai tambah dalam inovasi pembelajaran.

Saat berkonsultasi, dalam masa pembelajaran jarak jauh peserta didik hanya tinggal mengirimkan hasil screnshoot karya mereka via whatsapp hal ini mengaplikasi pendekatan 4C dalam pembelajaran yaitu Critical Thinking and Problem Solving (berpikir kritis dan menyelesaikan masalah), Creativity (kreativitas), Communication Skills (kemampuan berkomunikasi), dan Ability to Work Collaboratively (kemampuan untuk bekerja sama), serta dalam teknisnya pembelajaran ini sudah sesuai dan terintegrasi dalam pemanfaatan Teknologi. Dalam dunia pendidikan dikenal dengan istilah TPACK Technological Pedagogical Content Knowledge. ian Technological Pedagocal Content Knowledge. Technological Pedagocal Content Knowledge disingkat TPACK (sebelumnya disingkat TPCK) merupakan pengetahuan yang diperlukan untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran.

Dari hasil karya peserta didik dapat disimpulkan pemanfaatan smartphone dan aplikasi Autodesk Sketchbook sangat efektif digunakan sebagai solusi masalah pembelajaran mata pelajaran Gambar saat ini. Dan untuk meningkatkan keberhasilan proses pembelajaran di sekolah diwaktu yang akan datang , perlu dilakukan perubahan-perubahan dimulai dari guru sendiri yang nantinya akan berdampak kepada peserta didik dan hasil yang diharapkan.

 

Ada-beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rangka menciptakan kegiatan pembelajaran yang baik diantaranya yaitu persiapan yang matang, mencakup persiapan perangkat pembelajaran, sarana dan prasarana penunjang pembelajaran daring (Laptop, HP, dan jaringan internet), serta bahan ajar dan media yang akan digunakan sangat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang berkualitas, mencakup penguasaan guru terhadap penggunaan teknologi (Technology Knoeledge), kemampuan mengelola pembelajaran (Pedagogy Knowledge) berupa strategi, model, metode, pendekatan, konten/materi yang dibahas (Conten Knowledge) yang disingkat dengan istilah TPACK. Evaluasi kegiatan, selain berfungsi untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta didik juga untuk menemukan kasus yang muncul selama proses pembelajaran. Serta tindak lanjut, pada tahap ini akan dianalisis faktor penyebab masalah tersebut muncul dan menemukan solusi yang tepat yang perlu dilakukan. Sehingga diharapkan ada perubahan positif yang dialami baik oleh guru dan peserta didik.

smkn1dlanggu SMKN 1 Dlanggu adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang berbasis Teknologi dan Pariwisata untuk mencetak lulusan yang siap menjadi professional muda di bidang teknologi dan pariwisata, berjiwa religius, cinta tanah air serta berwirausaha. Dengan dukungan sumber daya manusia pengajar yang berkuwalitas dan sarana prasarana yang lengkap demi menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri Indonesia
© 2026 SMK Negeri 1 Dlanggu Follow SMK Negeri 1 Dlanggu : Facebook Twitter Linked Youtube